Prosesi Wisuda Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) sesi ketiga berlangsung khidmat dan penuh semangat. Di tengah haru bahagia para wisudawan yang bersiap memasuki dunia profesional, hadir sosok penting yang menyampaikan pesan visioner: Ketua Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta (IKALUM UMJ), Ahmad Muhajir Sodruddin, S.H., M.H.
Dalam sesi yang digelar dengan suasana hangat di Gedung Cendekia, Ahmad Muhajir memberikan sambutan yang kuat, lugas, dan sangat relevan dengan tantangan dunia kerja era digital 2025. Tiga pesan emas yang disampaikannya menjadi highlight penting yang menggugah semangat para lulusan.
Jangan Berhenti Belajar, Upgrade Skill untuk Masa Depan
Dalam pembukaan sambutannya, Ahmad Muhajir langsung menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan. Menurutnya, berhenti belajar sama dengan mundur selangkah dari persaingan global yang semakin ketat. “Dunia tidak menunggu kita. Siapa yang berhenti meng-upgrade diri, akan langsung tertinggal,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa tantangan dunia kerja tidak hanya membutuhkan ijazah, tetapi juga soft skill, kemampuan berpikir kritis, literasi digital, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Lulusan UMJ diajak untuk terus meningkatkan kapasitas diri, mencari pengalaman baru, dan berani membuka diri terhadap peluang yang tidak selalu sesuai ekspektasi awal.
Ahmad Muhajir menekankan bahwa mentalitas pembelajar seumur hidup adalah fondasi penting agar para wisudawan mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan yang cepat.
Networking Adalah Separuh Kemenangan
Memasuki poin kedua, Ketua IKALUM UMJ menegaskan bahwa jaringan profesional merupakan faktor penting yang menentukan arah karier seseorang. Dalam dunia kerja modern, kemampuan membangun relasi sering kali menentukan peluang yang terbuka.
“Sukses itu bukan hanya soal gelar, tetapi soal koneksi dan kolaborasi. Terutama bagi yang bercita-cita menjadi lawyer terbaik, jaringan adalah separuh kemenangan.”
Ia menekankan pentingnya membangun jejaring sejak dini, baik melalui komunitas alumni, forum profesional, maupun lingkungan kerja. Menurutnya, networking yang kuat mampu membuka pintu kesempatan, memperluas wawasan, dan menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan.
Ahmad Muhajir juga mengajak para lulusan untuk aktif terhubung dengan IKALUM UMJ sebagai wadah memperluas relasi dan meningkatkan peluang karier.
Bantu Generasi Berikutnya Alumni Harus Mengangkat yang Lain
Pesan ketiga dari Ahmad Muhajir membawa semangat ke-UMJ-an yang kuat. Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak boleh berhenti pada diri sendiri, tetapi harus memberikan dampak bagi generasi setelahnya.
“Jika kita sudah berhasil, maka keberhasilan itu harus ikut mengangkat yang lain. Jika bukan kita yang membantu adik-adik kita, lalu siapa lagi?”
Ia mencontohkan peran penting alumni dalam menyokong program beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan. Menurutnya, beasiswa bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga investasi strategis untuk meningkatkan daya saing UMJ di tingkat nasional.
Ia menekankan bahwa alumni harus hadir sebagai pendorong, bukan penonton. Kontribusi kecil sekalipun akan membawa perubahan besar bagi mahasiswa dan bagi masa depan kampus.
Momentum Wisuda Menjadi Titik Awal Menuju Kompetisi Global

Mengakhiri sambutannya, Ahmad Muhajir menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir perjalanan akademik, tetapi momentum untuk memulai perjalanan baru. Dengan tiga pesan strategis upgrade skill, networking yang kuat, dan kepedulian sosial para lulusan UMJ diharapkan menjadi generasi unggul yang siap bersaing secara global.
Prosesi Wisuda UMJ sesi ketiga ini menegaskan komitmen universitas dan IKALUM untuk terus mendorong alumni menjadi pribadi yang adaptif, kompetitif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Sebuah langkah nyata menuju UMJ yang semakin diperhitungkan dalam dunia pendidikan tinggi nasional.
